Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

RSS

Pages

tabel periodik

tabel periodik

Unsur Periode Tiga


Unsur Periode Tiga

unsur periode III


Sifat unsur periode 3 dalam tabel periodik unsur dapat dilihat di sini. Halaman ini menggambarkan dan menjelaskan kecenderungan sifat-sifat atom dan fisik dari unsur-unsur Periode 3 dimulai dari natrium hingga argon. Hal ini mencakup energi ionisasi, jari-jari atom, keelektronegatifan, daya hantar listrik, titik leleh dan titik didih.

Struktur Elektronik
Dalam Periode 3 pada tabel periodik, orbital 3s dan 3p terisi elektron. Hanya sebagai pengingat, versi singkat dari struktur elektronik untuk delapan unsur tersebut adalah:

Na[Ne] 3s1
Mg[Ne] 3s2
Al[Ne] 3s2 3p1
Si[Ne] 3s2 3p1 3p1
P[Ne] 3s2 3p1 3p1 3p1
S[Ne] 3s2 3p2 3p1 3p1
Cl[Ne] 3s2 3p2 3p2 3p1
Ar[Ne] 3s2 3p2 3p2 3p2

Energi ionisasi pertama
Energi ionisasi pertama adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron yang paling lemah ikatannya dari satu mol atom gas untuk menghasilkan 1 mol ion gas dengan muatan +1.

Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah ukuran kecenderungan sebuah atom untuk menarik pasangan elektron ikatan. Fluor (unsur yang paling elektronegatif) diberikan nilai 4.0, dan harganya menurun sampai cesium dan fransium yang setidaknya hanya memiliki elektronegatifitas pada 0,7.
 
Struktur tiga logam
Natrium, magnesium dan alumunium semuanya memiliki struktur logam.
Dalam natrium, hanya satu elektron yang terlibat dalam ikatan logam - elektron 3s tunggal. Dalam magnesium, elektron keduanya terlibat, dan dalam aluminium ketiga atom yang terlibat.

Sebuah struktur kovalen raksasa
Silikon memiliki struktur kovalen raksasa seperti berlian. 

Konduktivitas listrik
  • Natrium, magnesium, dan alumunium semuanya merupakan konduktor listrik yang baik. Konduktivitas meningkat dari natrium ke magnesium dan aluminium.
  • Silikon adalah semikonduktor.

Struktur metalik
Titik didih dan titik leleh meningkat di tiga logam karena meningkatnya kekuatan ikatan metalik.
Jumlah elektron yang setiap atom dapat memberikan kontribusi pada "lautan elektron" terdelokalisasi meningkat. Atom-atom juga mendapatkan lebih kecil dan memiliki proton lebih dari natrium ke magnesium dan aluminium.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gas Mulia

GAS MULIA

Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia

Pada pembahasan Ikatan Kimia di kelas X , gas mulia dianggap stabil karena memiliki konfigurasi elektron yang terisi penuh:

He: 1s2
Ne: 1s2 2s2 2p6
Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6

Selama beberapa tahun, pandangan tersebut dijadikan acuan pada pembentukan ikatan kimia. Menurut teori Lewis, gas mulia tidak reaktif sebab memiliki konfigurasi oktet.

Ketidakreaktifan gas mulia juga dapat dilihat dari data energi ionisasinya. Makin besar energi ionisasi, makin sukar gas mulia membentuk senyawa. Gas helium dan neon hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya.

Gas mulia merupakan gas monoatomik, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Argon, kripton, dan xenon sedikit larut dalam air akibat terjebak di antara molekul air. Helium dan neon tidak dapat larut dalam air, sebab jari-jari atomnya terlalu kecil hingga dapat meninggalkan air.


image

Senyawa Gas Mulia

Neil Bartlett, orang pertama yang membuat senyawa gas mulia. Dia mengetahui bahwa molekul oksigen dapat bereaksi dengan platina heksafluorida, PtF6 membentuk padatan ionik [O2+][PtF6]. Oleh karena energi ionisasi gas xenon (1,17 × 103 kJ mol–1) tidak berbeda jauh dengan molekul oksigen (1,21×103 kJ mol–1), Bartlett menduga bahwa xenon juga dapat bereaksi dengan platina heksafluorida.

Pada tahun 1962, Bartlett berhasil mensintesis senyawa xenon dengan rumus XeF6 berwarna jingga-kuning. Selain itu, xenon juga dapat bereaksi dengan fluor secara langsung dalam tabung nikel pada suhu 400°C dan tekanan 6 atm menghasilkan xenon tetrafluorida, berupa padatan tidak berwarna dan mudah menguap. Xe(g) + 2F2(g) →XeF4(s)

Sejak saat itu banyak senyawa gas mulia yang dibuat dengan unsur-unsur yang keelektronegatifan tinggi, seperti fluor dan oksigen.

Unsur Utama








Di antara semua unsur gas mulia, baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawa. Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia. Pada tabel periodik, jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar. Akibatnya, gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor, tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari.

Jika senyawa-senyawa fluorida dari xenon direaksikan dengan air akan terbentuk senyawa xenon yang lain. Persamaan :

2XeF2 + 2H2O →2Xe + O2 + 4HF
6XeF4 + 12H2O →2XeO3 + 4Xe + 3O2 + 24HF
XeF6 + H2O →XeOF4 + 2HF





Xenon trioksida, XeO3 merupakan oksida xenon yang paling utama. XeO3 memiliki bentuk padat berwarna putih dan bersifat eksplosif. Akan tetapi, jika dilarutkan dalam air, sifat eksplosif XeO3 akan hilang sebab terbentuk senyawa asam ksenat, H2XeO4, yang bersifat oksidator kuat.

Xenon trioksida dapat juga bereaksi dengan suatu basa, seperti NaOH membentuk garam ksenat dan garam perksenat. Persamaan kimianya:

XeO3 + NaOH →NaHXeO4 (natrium ksenat)
4NaHXeO4 + 8NaOH →3Na4XeO6 + Xe + 6H2O

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen

Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen


Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX), asam okso-halida (HXOn), dan garamnya (MX). Setiap unsur halogen dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF, HCl, HBr, dan HI. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam.

Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C; HBr = –67°C; HI = –35°C), kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi, yaitu 20°C. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain.

Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah, akibatnya atom H mudah lepas.

Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna, kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2,9%. Persamaan ionisasinya:

Reaksi Gas HF

Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya, seperti berikut ini.

HBr dan HI

Pembuatan Asam Halida




Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F, freon, dan teflon. Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar aerosol, yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis. Reaksinya: CCl4(l) + HF(g) →CCl3F(aq) + HCl(g)
Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium.

Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat, fosfat, dan nitrat. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu, seperti tungsten.

Sifat-sifat unsur :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UNSUR ALKALI

UNSUR ALKALI

Unsur-unsur golongan IA disebut juga logam alkali. Unsur-unsur alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Kereaktifan unsur alkali disebabkan kemudahan melepaskan elektron valensi pada kulit ns1 membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +1. Oleh sebab itu, unsur-unsur logam alkali tidak ditemukan sebagai logam bebas di alam, melainkan berada dalam bentuk senyawa.

Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam

Unsur Alkali







Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. Mineral berasal dari air laut yang menguap dan garam-garam terlarut mengendap sebagai mineral. Kemudian secara perlahan mineral tersebut tertimbun oleh debu dan tanah sehingga banyak ditemukan tidak jauh dari pantai.

Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali

Unsur-unsur alkali semuanya logam yang sangat reaktif dengan sifat-sifat fisika ditunjukkan pada Tabel berikut.

Sifat Logam Alkali








Logam alkali sangat reaktif dalam air. Oleh karena tangan kita mengandung air, logam alkali tidak boleh disentuh langsung oleh tangan.

Semua unsur golongan IA berwarna putih keperakan berupa logam padat, kecuali cesium berwujud cair pada suhu kamar. Natrium merupakan logam lunak dan dapat dipotong dengan pisau. Kalium lebih lunak dari natrium.

Pada tabel di atas tampak bahwa logam litium, natrium, dan kalium mempunyai massa jenis kurang dari 1,0 g cm–3. Akibatnya, logam tersebut terapung dalam air. Akan tetapi, ketiga logam ini sangat reaktif terhadap air dan reaksinya bersifat eksplosif disertai nyala.

Sifat-sifat fisika logam seperti lunak dengan titik leleh rendah menjadi petunjuk bahwa ikatan logam antaratom dalam alkali sangat lemah. Ini akibat jari-jari atom logam alkali relatif besar dibandingkan unsur-unsur lain dalam satu periode. Penurunan titik leleh dari litium ke cesium disebabkan oleh jari-jari atom yang makin besar sehingga mengurangi kekuatan ikatan antaratom logam.

Potensial Reduksi Logam Alkali




Logam-logam alkali merupakan reduktor paling kuat, seperti ditunjukkan oleh potensial reduksi standar yang negatif pada tabel di atas.

Keelektronegatifan logam alkali pada umumnya rendah (cesium paling rendah), yang berarti logam tersebut cenderung membentuk kation. Sifat ini juga didukung oleh energi ionisasi pertama yang rendah, sedangkan energi ionisasi kedua sangat tinggi sehingga hanya ion dengan biloks +1 yang dapat dibentuk oleh logam alkali.

Semua logam alkali dapat bereaksi dengan air. Reaksinya melibatkan pergantian hidrogen dari air oleh logam membentuk suatu basa kuat disertai pelepasan gas hidrogen.
2Na(s) + 2H2O(l) → 2NaOH(aq) + H2(g)

Kereaktifan logam alkali terhadap air menjadi sangat kuat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Sepotong logam litium jika dimasukkan ke dalam air akan bergerak di sekitar permukaan air disertai pelepasan gas H2. Kalium bereaksi sangat dahsyat disertai ledakan dan nyala api berwarna ungu.

Dalam udara terbuka, logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Litium membentuk Li2O, natrium membentuk Na2O, tetapi produk yang dominan adalah natrium peroksida (Na2O2).

Jika kalium dibakar dengan oksigen, produk dominan adalah kalium superoksida (KO2), suatu senyawa berwarna kuning-jingga. Oksida ini merupakan senyawa ion dari ion K+ dan ion O2.

Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk garam halida. Pada suhu tinggi, logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida, seperti LiH dan NaH. Di udara terbuka, litium dapat bereaksi dengan gas nitrogen, sedangkan logam lainnya tidak dapat bereaksi.

Jika logam alkali atau senyawanya dibakar dalam nyala bunsen, akan tampak warna yang khas untuk setiap logam alkali. Warna-warna tersebut menjadi petunjuk adanya logam alkali di dalam suatu sampel.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TITIK BEKU DAN TEKANAN OSMOSIS

TITIK BEKU, DIAGRAM PT DAN TEKANAN
OSMOSIS LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
 
Penurunan Titik Beku
 
Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan :   ΔTb  = m x Kb    dan        ΔTf  = m x Kf . Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (ΔTf).  Kenaikkan  titik didih  dan penurunan titik beku larutan dapat dijelaskan dengan diagram fase.
Contoh soal :
Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 g glukosa (Mr = 180) dalam 500 g air. Kf air = 1,860C/m.
Jawab :
Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1  =  0,1 mol
Kemolalan larutan   =  0,1 mol / 0,5 kg    =  0,2 mol kg-1
Titik didih ,  ΔTf  = Kb  x  m   = 0,2  x 1,860C  = 0,3720C
Diagram Fase (PT)
  •  Menyatakan  batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil.
  • Suatu cairan mendidih  pada saat tekanan uap  jenuhnya  sama dengan tekanan permukaan
  • Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai  titik didih  lebih tibggi daripada pelarutnya.
 



 



Tekanan Osmotik
  • Osmosis adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut  kedalam larutan, atau dari larutan  lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiable.
  • Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan  pada permukaan  larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni.
    • Rumus :  л  =  M . R .T
    • Larutan – larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic
Contoh soal ;
Berapakah tekanan osmotic larutan sukrosa 0,0010 M pada 250C ?
   Jawab :    л  =  M . R .T
                        =  0,0010 mol L-1 x 0,08205 L atm mol-1K-1 x 298 K
=  0,024 atm ( = 18 mmHg)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP
JENUH LARUTAN DAN TITIK DIDIH LARUTAN ELEKTROLIT
 DAN NON ELEKTROLIT
Sifat koligatif
Sifat koligatif adalah sifat-sifat fisik larutan yang hanya bergantung  pada konsentrasi partikel zat terlarut, tetapi tidak pada jenisnya.  Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dari pada larutan  non elektrolit yang berkonsentrasi sama, karena larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel  terlarut yang  lebih banyak.
Tekanan Uap Larutan
Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat itu. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Jika  zat terlarut tidak menguap maka tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. Selisih antara uap pelarut murni (P0) dengan tekanan uap larutan (P) disebut penurunan tekanan uap larutan (ΔP).
ΔP =  P0  – P
Menurut Roulth, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol terlarut, sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut.
P =  Xpel  x  P0
ΔP =  Xter x  P0
Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut.
 
Contoh :
Tekanan uap air pada 1000C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 1000C ( Ar H = 1, C = 12, O = 16 )
Jawab :
Dalam 100 gram larutan glukosa 18% terdapat :
Glukosa 18%  = 18/100  x  100 gram  =  18 g
Air  = 100 – 18 g  =  82 gram
Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1  = 0,1 mol
Jumlah mol air  = 82 g/ 18 gmol-1 = 4,55 mol
Xpel  =       4,55/(4,55 + 0,1)
P   = Xpel x P0  =      ( 4,55 x  760 mmHg) /(4,55 + 0,1)
=  743,66 mmHg
Kenaikkan Titik Didih
Larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dari pada pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikkan titik didih (ΔTb).  Rumus :    ΔTb  = Kb  x  m
m  = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikkan titik didih
Contoh :
Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa (Mr = 180) dalam 500 g air. Kb air = 0,520C/m.
Jawab :
Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1  =  0,1 mol
Kemolalan larutan   =  0,1 mol / 0,5 kg    =  0,2 mol kg-1
Titik didih ,  ΔTb  = Kb  x  m   = 0,520C x 0,2 = 0,1040C

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL


KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL
 Kemolalan (m)
Kemolalan  atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg ( = 1.000 g) pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg-1.
m =  n/p
m  = kemolalan larutan
n  = jumlah mol zat terlarut
p  = massa pelarut (dalam kg)
Contoh :
Berapakah  kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air ?
Jawab :   larutan 3 gram urea dalam 200 gram air.
Mol urea =           3 /60 g mol-1                =  0,05 mol
Massa pelarut  = 200 gram = 0,2 kg
m  =  n/p  =   0,05 mol   =   0,25 mol kg-1
0,2 kg
Fraksi mol (X)
Fraksi mol (x) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :

Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1
XA  +  XB     =   1
Contoh :
Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% (Mr urea = 60 )
Jawab :
Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram dan 80 gram air.
Mol air    =  80 g/ 18 g mol-1   =    4,44 mol
Mol urea   =  20 g/ 60 g mol-1  = 0,33 mol
X urea  = XB  =              0,33 mol   / (4,44 + 0,33) mol             =  0,069

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS